CONTINUE
EPISODE 4 [Dunia Tak Dikenal]
Enjoy the Line Of Story ^^
Selasa 01.32 am
[Suasana Yang Masih Mencekam]
"broo.. dah jam berapa nih?" tanyaku pada Yuwan yang sudah terlihat setangah tertidur.
"hmm.. hampir jam 2, bentar lagi gantian sama mereka.. aku udah ngantuk berat nihh.."
"yahh, kamu tidur duluan aja.. aku nanti yang bangunin mereka untuk gantian jaga"
"oke, sip" plukk.. dia langsung tertidur dilantai, dia benar-benar kelelahan.
sebenarnya aku pun sudah lelah dan sangat mengantuk, tapi rasa khawatir terus menghantui. Aku masih siaga di pintu kelas sambil membawa senjataku sampai beberapa saat kemudian ada hal yang sangat mengejutkan.
"tok tok tok tok..." seperti ada seseorang yang mengetuk pintu kelas.
seolah ada bom yang tiba-tiba meledak, suara ketukan itu membuatku ketakutan dan terkejut setengah mati. Aku langsung siaga penuh dengan memegang erat senjataku, siap membantai apapun yang ada di depan pintu.
"haloo.. apa kalian didalam? Tolong buka pintunya... aku benar-benar ketakutan diluar sini.. hikk..hik..."
terdengar sayup bisikan seorang perempuan yang ketakutan sambil menahan tangisnya.
hei? sebentar dulu? apa ini? zombie bisa bicara? ahh tidak mungkin! tapi siapa dia? aku masih ragu dan takut untuk membuka pintu.
"siapa saja tolong aku.. aku takut... hik hikk.." suara perempuan itu terdengar jelas, dia benar-benar menangis ketakutan.
dengan mengumpulkan sedikit keberanian aku menjawab panggilan perempuan itu.
"siapa disana? apa kamu manusia? tolong jawab jika ingin hidup!" ku menjawabnya dengan tegas, aku tidak tahu siapa yang ada diluar. Mungkin dia sudah tergigit dan mungkin akan mengigitku juga.
"aku manusia! tolong cepat buka pintunya.. aku mohon.." jawabnya dengan suara memelas.
percakapan kami membuat Harly dan Keramas terbangun dan langsung siaga dengan senjata mereka kecuali Yuwan yang baru saja tertidur. Aku mengisyaratkan mereka untuk bersiap dan mengikuti perintah dari ku.
"Aku gak tahu siapa kamu, tapi jika kamu ingin masuk tolong ikuti perintah dariku! oke?"
"yaa yaa, baik apa saja asal aku bisa masuk.."
"pertama tolong menjauh dari pintu!"
"hei apa maksudnya? aku mau masuu....."
"diam!! ikuti perintahku!!" aku memotong pembicaraan dengan tegas.
"okee, oke.. sudah.."
"sekarang balikan badanmu!"
"sudah aku lakukan.."
"sekarang taruh kedua tanganmu di kepala!"
"hei, kenapa kamu memerintahku seperti seorang buronan!?" jawabnya melawan.
"woii!! mau masuk dengan selamat gak? kami gak akan segan membelah kepala kamu jika kamu melawan!"
"baik, baik.. apa saja asal jangan sakiti aku.."
"bagus, sekarang tidur telungkup! dengan tangan masih di kepala!"
"sudahh.."
"baik sekarang kami akan membuka pintu tapi kamu harus tetap dalam posisi itu agar kami bisa memastikan bahwa kamu bukan salah satu dari mereka!"
"oke, cepatlah"
Dengan perlahan kami membuka pintu kelas lalu kami mengambil posisi. Harly melihat keadaan di sekitar lorong, Keramas sudah siap dengan balok kayu di kepala peremuan itu, siap memecahkan kepalanya jika melawan. Dan aku memeriksa tubuhnya melihat apakah ada bekas gigitan dari zombie.
"hei! apa yang kamu lakukan!?" pekiknya sambil melawan.
"diam! atau kupecahkan kepalamu seperti mayat-mayat hidup itu!" jawabku dengan keras.
kuperiksa dengan detil bahu, lengan, leher, kaki dengan senter.
"sial, dia perempuan aku jadi tidak bisa memeriksa bagian lain selain tangan dan kaki." pikirku dalam hati.
"sudah kubilang aku manusia, aku tidak tergigit sama sekali!"
"sighh.. oke dia aman" dengan lega aku menyatakan bahwa dia tidak berbahaya.
"maaf kami terlalu kasar, kami harus memastikan setiap orang dengan detil" tambahku sambil membantunya berdiri.
"ya, gak apa-apa kok.. aku ngerti.." jawabnya dengan sedikit perasaan lega.
"ayo masuk, disini berbahaya!"
Selasa 02.00 am
[Masuknya Member Baru Dalam Grup]
Sudah 30 menit perempuan itu hanya terdiam, rasa takut, lelah dan shock menjadi satu dalam raut wajahnya. Ia masih meneteskan air matanya. Harly dan Keramas bersiaga di pintu kelas sesuai jadwal jaga mereka sementara aku terbaring dilantai dengan tas sebagai bantal, mencoba untuk beristirahat setelah hari yang panjang. Tapi perempuan itu masih terduduk disebelahku sambil menutup wajahnya. dia masih mencoba untuk menahan tangisnya.
"oiiihh.. ayolah.. kita aman sekarang jangan menangis terus.. dagang balon udah jadi zombie semua.." Aku mencoba untuk menghiburnya, tapi tak ada gunanya. Dia tetap terdiam.
"ahh.. ya sudahlahh.. nihh pakai jaketku baju tipis seperti itu gak mempan melawan dingin. Oh ya, kami juga masih punya makanan, makanlah roti ini.. hanya ini yang kami punya.."
"makasih.." dia menerima roti dan jaket yang aku berikan, sambil mengusap air matanya.
"hmm.. ngomong-ngomong, nama kamu siapa?" aku mulai penasaran sama ni cewek, dia benar-benar hebat bisa bertahan hidup di keadaan seperti ini.
"Namaku Aisyah, aku Murid dari SMA 4.."
![]() |
| Nama: Aisyah Hobby: Denger musik, Basket Pekerjaan: Pelajar SMA |
"sebenarnya hari ini aku ijin sekolah untuk pulang ke kampung halamanku di Jawa Timur, tapi tak biasanya jalan raya begitu macet, apalagi mendekati terminal. Sesaat sebelum mobil kami baru mau memasuki terminal, mobil kami ditabrak entah apa yang menabrak kami hingga mobil kami terbalik.." dia menceritakan apa yang terjadi, sampai dia tak sadar bahwa dia menesteskan air matanya lagi.
"entah apa yang terjadi setelah itu, saat aku tersadar aku berada dalam mobilku yang ringsek dan keadaan diluar sangat sepi dan gelap, aku hanya luka ringan.." Aku baru sadar dibalik pony rambutnya ada sedikit bercak darah yang sudah kering.
"aku tersadar bahwa papa dan mamaku tidak ada dalam mobil, aku berusaha keluar dari mobil dengan lemas, aku berusaha mencari papa dan mama ditengah gelapnya malam.."
"sampai saat aku melihat 3 orang aneh sedang merobek-robek isi perut mayat perempuan tak jauh dari mobilku dan kusadari perempuan itu adalah.... mama ku.."dia langsung menutp wajahnya dan menahan tangis yang amat dalam.
"sudah..sudahh.. jangan diteruskan, aku turut berduka.. jangan buat itu jadi beban.. kami semua juga mengkhawatirkan keluarga kami, sejak pagi kami terjebak disini.."
dia hanya mengangguk sambil terus menangis.
"bukannya mau maksa kamu untuk cerita lagi, tapi.. bagaimana kamu bisa tahu kalau ada orang di lantai tiga di sekolah ini?" aku bertanya lebih detail lagi karena penasaran.
"saat aku melihat mayat ibuku, tiga orang aneh dan menyeramkan itu melihat kearahku dan mulai mengejarku, aku panik dan berlari ke arah sekolah ini, mereka tidak bisa berlari, mereka hanya bisa jalan tertatih. lalu dalam keadaan yang gelap aku melihat cahaya dari salah satu kelas yang ada di kelas ini... aku mencoba untuk masuk tapi banyak pintu yang tertutup, sampai akhirnya kutemukan satu pintu yang tak benar-benar tertutup dan.."
"tunggu dulu!" aku terbangun dan menyadari satu hal..
"kenapa?"
"Kamu buka pintu di lantai 2?"
"ya memang.."
"lalu kamu bilang cahaya terlihat jelas dari bawah?"
"ya, betul.."
"dan ada tiga zombie yang mengejar kamu?"
"hmm.. aku pikir mereka sudah jauh dan tak akan mengikutiku.."
"wanjiirr!! broo bahaya!! pintu lantai dua terbuka!" aku memberitahu yang lain sambil bergegas memadamkan lilin yang menerangi kelas.
Harly dan Keramas ikut terkaget mendengar peringatanku, aku langsung mengambil senjata dan bersiap untuk turun ke lantai 2. tapi Yuwan masih lelap tertidur di lantai.
"wan!! yuwan!! bangun songong! bahaya nih!" aku membangunkannya dengan cepat.
"oke, keramas, harly kita kebawah sekarang tapi tetap jangan berisik dan hati-hati.. oke?"
"sipp.."
"yuwan jaga aisyah disini, dan kamu aisyah.."
"yaa??" jawab aisyah dengan bingung.
"jangan berteriak"
dia hanya mengangguk dan dia terlihat panik.
Selasa 02.14 am
[Menuju Lantai 2]
"sial, lagi-lagi kita harus menutup pintu.." gerutu harly.
"sigghh... cewek memang bikin repot.. itulah kenapa di film zombie cewek sangat sedikit.." jaawabku dengan menghela nafas.
"okee, tetap hati-hati.. aku tidak mau tiga atau mungkin lebih banyak zombie masuk ke lantai 2.."
kami menyusuri lorong yang benar-benar gelap dengan perlahan, walaupun kami membawa senter kami tak menggunakannya. cahaya dari senter pasti akan menarik perhatian zombie.
kami sudah sampai ke pintu gerbang, pintu terbuka lebar dan 2 zombie terlihat berada dekat dengan gerbang. entah kenapa semangat membunuhku terpacu, sudah gatal rasanya tangan ini. ingin cepat-cepat berlari dan membelah kepala mayat- mayat itu. Rasanya semua seperti dalam game, aku sama sekali tak takut. padahal seingatku, ke kamar mandi dirumahku malam hari saja terasa sangat menakutkan, dan saat semua teman-teman menonton film horror, aku hanya terdiam di tempat lain karena takut. Dunia apa sebenarnya ini? aku merasa ini bukanlah dunia yang aku kenal.
"yu, gimana rencananya nih??" tanya Keramas.
"kita pakai cara biasa, pakai pengalihan."
"aku bawa botol kaca nihh.." Harly menunjukan botol minuman kosong yang dia bawa.
"oke, lempar botolnya keluar, begitu zombie tertarik kita tutup sama-sama."
"siap laksanakan.."
prrakk..pyaanngg..!! suara botol kaca yang dilempar harly. kedua zombie itu memalingkan perhatiannya dan berjalan tertatih ke arah sumber suara.
"cihhh, dasar goblog.. zombie gak punya otak.. tau makan aja!" gerutu harly.
"ayo tutup pintunya.."
dengan perlahan kami menutup pintu agar tidak menarik perhatian zombie yang lain.
Selasa 06.00 am
[Lelah.......]
tak terasa matahri sudah mulai terbit, tapi bukannya menyambut hari yang baru dengan semangat, kami malah baru saja tertidur. mataku benar-benar sangat berat. aku tak peduli dimana aku tidur, yang ada dalam pikiranku adalah.. bagaimana aku bisa tidur dengan tenang. dan sepertinya semua orang berpikiran sama denganku. kami berlima tertidur pulas tak bersuara. benar-benar hari yang melelahkan.
Selasa 07.39 am
[Sekelompok Polisi & Militer Yang Selamat]
"jadi apa rencana kita berikutnya?" tanya pimpinan Militer pada pimpinan kelompok Polisi
"kami baru saja menerima radio broadcast dari Kantor polisi terdekat, namun saat kami menjawab mereka seolah hilang begitu saja."
"kita harus cek tempat itu, kita tak punya cukup suplai untuk berdiam disini. kita harus bergerak cepat.."
"berapa sisa anak buah mu?"
"sighh.. kami dikirim kesini sebanyak 2 peleton, tapi hanya kita ber-tiga yang selamat.." sang kapten menghela nafas sambil menunjuk 2 anak buahnya yang sedang mengawasi keadaan.
"lalu bagaimana dengan anak buahmu?" tambah sang kapten.
"Saat menghalau kerusuhan diterminal, ada sekitar 350 personil, tapi saat kekacauan memuncak, hanya kami ber-lima yang masih bersama."
"lalu bagaimana dengan dia?" sang kapten menunjuk seorang polisi yang terduduk lemas tak jauh dari mereka.
"dia semakin parah, badannya sangat panas luka nya juga cepat sekali membusuk, aku khawatir dia akan kehilangan tangannya, dia juga seperti mulai hilang kesadaran."
"kita harus berangkat sekarang..." perintah kapten.
"oke semua dengarkan! kita akan ke kantor polisi terdekat yaitu kantor polisi dekat dengan lumintang. tak terlalu jauh dari sini, tapi kapanpun kalian lengah kalian akan jadi santapan makhluk itu!" sang kapten memberi arahan pada team.
"Ardi, dan saya akan memimpin di depan! kalian para polisi ikuti kami dan bentuk formasi pertahanan! ingat bawa teman kalian yang sedang terluka itu dengan hati-hati!"
"siap!" jawab para polisi.
"Iwan, tetap awasi pergerakan dibelakang. kita akan berjalan dengan sangat hati-hati, jangan ada yang terpisah dari kelompok! laporkan setiap kejadian ganjal yang kalian lihat!"
"siap!"
"dan satu lagi, periksa dan ambil apapun yang bisa menjadi senjata kalian! hemat amunisi! tanpa amunisi senapan kalian hanyalah sampah!"
"berkemaslah, kita berangkat sekarang!"
Selasa 07.55 am
[Perjalanan Menuju Pos Penyelamatan]
"Ini terlalu sepi.. apa yang membuat kota ini menjadi sepi dalam sekejap?" si kapten berbisik pada rekannya.
"kalau di film-film ang saya tonton, biasanya mereka tertarik pada suara-suara bising dan menghentak atau mungkin mereka takut akan cahaya matahari.."
"kamu yakin?" sang kapten menyela sambil memberi sandi tangan untuk berhenti pada team.
"ada apa?" rekannya penasaran.
"lihat itu.." kapten menunjuk ke arah 4 orang yang mengerumuni mayat dekat tumpukan mobil yang rusak.
kapten memberi arahan pada anggota lainnyya dengan isyarat tangan untuk tetap merendah dan mengambil jalan lain. ia tak ingin mengambil resiko dengan melawan zombie-zombie itu.
sepertinya kemampuan militer mereka untuk tidak bertindak gegabah dan ceroboh membuat mereka melewati sekawanan kecil zombie dengan mudah tanpa harus melawan.
Selasa 08.42 am
[Depan Sekolah SMK N 1 Denpasar]
"pak sepertinya si Burhan semakin parah.." bisik salah seorang polisi kepada pimpinannya.
sang pimpinan bergerak agak cepat untuk memberitahu kapten militer yg memimpin team di depan.
"pak, kita sepertinya kita harus berhenti sebentar teman kami keadaannya makin memburuk.."
"hhhh.. baiklah, kita masuk ke sekolah itu, kita akan istirahat sebentar.. sepertinya disitu cukup aman."
kapten memberi petunjuk pada yang lainnya untuk masuk ke area sekolah.
"oke, BRIMOB bentuk formasi perimeter dan Iwan, Ardi ikut saya untuk mengecek area ini.."
"Siap!!"
mereka bekerja dengan cepat dan tanpa banyak bicara. Profesionalitas mereka sangat terlihat jelas.
"lantai dasar bersih pak!" lapor salah seorang dari team.
"baik kita lanjut ke lantai 2"
"tapi pak, pintu-pintu menuju ke lantai 2 tertutup.."
"apa saja yang kalian pelajari di kesatuan!? ya tinggal dobrak saja!" perintah kapten agak jengkel.
"bukan itu maksud saya pak, tapi seprtinya ada seseorang yang mengunci dirinya di lantai atas, saya yakin ada yang masih selamat!"
"hmm.. jika itu benar sebaiknya kita cepat! ayo!"
mereka pun bergegas naik ke lantai 2 dengan hati-hati.
"dobrak pintunya!"
"Braaakk!!!" pintu terbanting keras dan team militer itu bergegas masuk ke area lantai 2 dengan sangat waspada, mereka siap menembak apa saja yang berbahaya.
Selasa 08.55 am
[Suasana Kelas yang Hening]
"Braaakk!!" suara hentakan keras dari lantai bawah terdengar sampai ke tempat kami bersembunyi, aku tersentak dengan suara itu. tapi mata benar-benar berat, aku berjalan dengan sempoyongan persis sperti zombie. perlahan aku berjalan keluar untuk memastikan apa yang terjadi. dengan tertatih dan sangat mengantuk aku memaksakan diri.
ku buka pintu kelas dan sesaat aku belok ke arah lorong, 2 orang dengan seragam militer lengkap dengan senapan laras panjang berdiri di depanku.
"JANGAN BERGERAK!!!" Teriak mereka dengan sangat lantang.
sontak, membuat mataku yang masih menempel langsung membelalak kaget.
"Stop! stop! saya manusia!" aku mencoba menenangkan kedua militer itu namun...
"Duaarrrr..!!" suara tembakan menggema di seluruh area sekolah.
TO BE CONTINUED...
[Episode 5 "Yang Tersisa"]


forgotten worlds mega drive - ThtopBet bet365 bet365 happyluke happyluke 649Online Casino Mgm | Situs Judi Online Casino Mgm | Poker Online
BalasHapus