Senin, 03 Februari 2014

Last Bullet: Z-Day (Episode 2)


CONTINUE
EPISODE 2 [Awal Kekacauan]
By: Hutama Bayu
Enjoy the Line Of Story ^^

Senin 09.31 am
[Ruang Kelas]

Di saat pelajarab sedang berlangsung, tiba-tiba suara benturan keras terdengar dari arah utara sekolah tepatnya di terminal yang hanya berjarak 200m dari sekolahku."Brruuaakkk!!..." semua murid di kelas terkaget."pasti ada orang tabrakan di terminal, tumben banget sampe begitu, supir bus nya pasti mabuk semalaman!"pikirku dalam hati. tak lama berselang, sirine polisi lalu lalang terdengar sampai ke kelas. sehari-hari memang sirine selalu silih berganti melewati jalan raya depan sekolah, lagi pula karena letak sekolah berada di tengah kota yang padat dan sibuk. Namun kali ini berbeda, polisi dan ambulance sangat bising dan terdengar lebih sering dari biasanya.
"Tolong menyingkir dari jalan raya! segera cari tempat aman di bagian selatan jalan!" suara pengeras suara polisi dari jalan raya.
"gila, ini udah gak beres... ada apa di terminal?" tanyaku pada keramas.
"iya, mungkin ada bentrokan.." sahutnya dengan datar.
"iya sihh, tapi kayaknya ada yang gak beres.. siapin aja barang-barangmu, aku punya firasat aneh.."saranku pada Keramas.
"siap kapten!" jawabnya cengengesan.
suara bising warga yang berteriak-teriak mulai terdengar, suasana kelaspun ikut gaduh, saat itu kelasku sedang tak ada guru karena guru tersebut izin. Jadi suasana dalam kelas mulai tak terkendali. Ku lihat dari jendela asap hitam tebal membumbung tinggi dari arah terminal. sontak membuatku dan murid lain yang ada di kelas terkaget.

Senin 09.31
[Situasi di jalan raya, disaat bersamaan]

"Tolong mennyingkir dari jalan raya, dan cari tempat aman disebelah selatan!" Suara pengeras suara polisi terus menerus.
"Pak, mereka makin tidak terkendali! kita tak bisa menahan mereka dengan senjata jarak dekat!"
"jangan gunakan senjata api! Banyak masyarakat sipil disekitar!"
"tapi pak!.."
"Saya bilang JANGAN!!"
"Aaaaa!!!!..." terdengar suara teriakan perempuan, tak jauh dari tempat polisi-polisi itu merapatkan barisannya. Perempuan tersebut tertangkap oleh beberapa orang yang beringas dan mengamuk. dengan cepat orang-orang itu mengerumuni perempuan tersebut dan merobek kulit perempuan terbut dengan membabi buta. darah muncrat kemana-mana.
"apa yang terjadi dengan mereka!?" tanya pimpinan polisi itu dalam hati.
"persetan deengan perintah!" teriak salah seorang anggota polisi. lalu dengan sigap dia mengambil senjata revolver nya dan mengarahkannya pada kerumunan orang-orang gila itu.
"makan ini B#%$T!!" teriaknya dengan lantang.
"duaarr.. duaarr..!! dua kali tembakan meletus dari pistol salah seorang anggota polisi.
tiba-tiba semua orang yang mengamuk tersebut mulai memalingkan pandangan mereka ke arah polisi tersebut.
"A*jing!! apa yang kamu lakukan!? kamu melanggar perintah langsung!" teriak pimpinan polisi.

dengan cepat semua monster menakutkan itu berjalan kearah barisan pertahanan polisi.
"cepat mundur! masuk ke sekolah cepat!"teriak polisi satu per satu.
masyarakat berhamburan, orang-orang meninggalkan kendaraan mereka dan berlari kearah yang lebih aman. Namun satu per satu orang-orang dimangsa monster-monster misterius tersebut.

Senin 09.43
[Halaman Sekolah]

"Tutup Pintunya!! sekarang!!"
semua polisi dan masyarakat yang dapat masuk ke halaman sekolah membuat barikade pertahanan. suara senjata polisi saling bersahutan.

Senin 09.45
[Ruang Kelas]

situasi jadi sangat mencekam, semua murid keluar dari kelas dengan kacaunya.
"sial, ada apa ini!? hey, keramas jangan sampai terpisah diantara kerumunan oran-orang!"
"ya, tapi kita harus apa?"
"jangan ke tangga, tangga pasti penuh sesak dengan murid-murid yang panik"
"kita biarkan mereka sampai tangga cukup aman untuk kita lewati, sementara menunggu kumpulkan teman-teman kita yang lain!"
"oke! kita ajak yang lain! hey Harly! Yuwan! ikut kami disini!" Panggil Keramas dengan keras di kerumunan murid-murid yang panik.
"Oii! ayo ikut cepat! ngapain diiem disana!?" tanya Harly dngan panik.
"santai dikit broo, tangga full sama orang-orang panik! percuma kita lewat sana dengan kecepatan yang lambat..." jawabku agak tenang.
"hmm.. bener juga tunggu aja disini, kita sama sekali belum dapat pemberitahuan tentang apa yang terjadi, paling sampe bawah disuruh masuk lagi.." tambah Yuwan dengan tenangnya.
namun tiba-tiba seseorang dengan panik memberikan pengumuman di pengeras suara di semua ruangan sekolah.
"Semua murid SMKN 1 Denpasar agar segera pergi ke halaman sekolah, ada hal darurat yang sedang terjadi! evakuasi dipimpin oleh kepolisian. ikuti intruksi dari polisi....krrzzzkzkzkzkkkk,....."
tiba-tiba suara pengumuman dari speaker kelas terputus.
"apocalypse dimulai.. ngoehehehe..." kata Yuwan sambil tersenyum.
"ini gak bercanda kali bro.. lihat digerbang sekolah! siapa lagi yang mengamuk seperti itu kalau bukan zombie?" jawabku dengan panik.
"ambil tas kita masing-masing, tapi tinggalkan baranng-barang yang tak berguna! kita akan segera pergi dari sini!"
"hmm.. kayaknya gak bisa deh yu.."
"kena...pa??..."
tak sadar ku lihat barikade pertahanan di gerbang sekolah telah jebol, murid-murid yang ada di halaman berhamburan. satu per satu orang-orang yang ada dibawah sana tergigit.
"itulah kenapa kita gak bisa turun.."
"sial tutup gerbang tangga lantai 2! kita akan buat barikade sendiri disini!"
"ayo kita lakukan!"
"Yuwan! Harly! tetap di lantai 3! cari apapun yang bisa digunakan untuk senjata!"
"Oke!!" teriak mereka berdua.
"Keramas, ikut aku ke lantai 2 untuk menutup gerbang!"
"oke!"

Team 1
[Yuwan & Harly]

"broo, aku cari makanan dan minuman yang ada di setiap kelas! kamu cari sesuatu yang bisa dipake senjata!" teriak Harly.
"Okay broo!" jawab yuwan yang mulai menggebur kelas dengan panik.
"hari ini dikelas banyak yang bawa air karena olahraga pagi tadi... dan mungkin aku bisa menemukan beberapa snack di tas-tas yang tertinggal ini.." pikir Harly dalam hati.
"untung kita gamer yak? kita jadi tau dasar-dasar untuk bbbertahan hidup! hahaha.." Yuwan memecah suasana panik diantara mereka berdua.
"memang, tapi aku takutnya... dunia nyata tak semudah di game.." jawab harly agak lemah.
"yang penting ada makanan dan sedikit senjata untuk melindungi diri dan juga teman-teman yang bisa dipercaya... kita pasti selamat!"
"tak peduli apapapun... aku harus bertahan hidup!"

Team 2
[Bayu & Keramas]

"tetap merendah dibalik tembok, jangan sampai terlihat oleh mereka.." bisikku pada keramas
"dibawah masih ramai, banyak teriakan dan suara polisi, apa yang terjadi di bawah sana?"
"entah lahh, untuk sekarang kita gak bisa bantu mereka begitu saja.."
sudah hampir satu jam aku terjebak didalam salah satu kelas dekat gerbang tangga lantai 2. Kami terlambat datang dan beberapa zombie itu sudah berkeliaran di dekat gerbang. Kami juga sempat melihat beberapa siswi diterkam oleh mereka tepat di depan kami, kami tak bisa berbuat apa-apa saat itu.
"gak ada sinyal.. s*it! bagaimana keadaan keluarga ku sekarang?" pikirku dalam hati sambil mencoba mengangkat HP untuk mencri sinyal.
"broo.. kita harus apa sekarang?" tanya keramas panik.
"hmm.. pasti ada sesuatu yang bisa kita gunakan sebagai senjata.. ayo kita periksa tas-tas yang tertinggal ini"
setelah 15 menit mencari kami hanya bisa menemukan cutter, botol kaca yang kosong, sapu ijuk dan se kaleng minuman soda.
"sekarang kita atur rencananya, kita pakai teori yang ada di game 'The Walking Dead'.. hehehe.." dengan percaya diri aku  menyusun strategi.
"gimana tuh?"
"kita punya cutter, setidaknya cukup untuk bunuh salah satu dari mereka walaupun sulit."
"hanya satu yah?"
"iya, cuma ini yang aku dapat"
"lalu gimana caranya yang gak bawa senjata untuk melawan?"
"kita gak bakal ngelawan mereka satu per satu broo.. kita pancing mereka untuk keluar dari gerbang.."
"pancing mereka!? gila... gimana caranya bro?"
"Distraction Item brohh... mana botol kaca yang tadi?"
"nihh.."
"kita pakai ini untuk mengalihkan perhatian mereka.. mereka setidaknya tertarik pada suara.. sejak se jam yang lalu suasana diluar mulai sepi.. entah kenapa dengan murid sebanyak itu, bisa sepi dalam 1 jam.."
"mereka semua udah dimakan kali.."
"yahh, mungkin saja.."
"kalau di bawah masih ada yang hidup gimana?"
"tinggalkan saja, kita gak bisa apa-apa sekarang.."
"hmm.. oke.. lajutin strateginya.."
"sekarang kita terjebak di gerbang tengah, sementara ada  4 gerbang di lantai 2 ini.. kita perlu menutup secara permanen 2 gerbang yang ada, lalu tutup secara semi permanen 1 gerbang dan tutup sementara 1 gerbang sisanya.."
"kenapa gak sekalian semua gerbang?"
"emang kita mau keluar lewat mana? lompat?"
"hehehe... iya sihh.. tapi untuk apa isi semi permanen segala?
"jadi gini, 2 ditutup permanen udah pasti untuk alasan keamanan.. nah yang semi permanen, untuk kita kabur, misalnya terjadi msalah dan zombie-zombie itu naik ke lantai 2, kita jadi gampang buka nya.."
"terus? yang sementara?"
"ya, itu untuk jalan utama kita untuk mengakses tempat ini... bahan makanan dan senjata sedikit banget di lantai 2 ini, karena cuma ada kelas.. kita perlu untuk keluar nantinya, bahakan kita perlu untuk cari tempat perlindungan lainnya"
"ya ampun, jangan bilang kamu udah nyiapin rencana ini matang-matang sebelum semua terjadi? haha.."
"ya memang, aku terobsesi sama zombie apocalypse kaya gini, tapi aku gak nyangka ini bakal bener terjadi.. bayangin aja, sekarang baru jam 11 pagi tapi kota ini udah sepi dan hancur begini, perasaan tadi pagi kita masih belajar biasa.."
"hmmm.. bener-bener ngeri.."
"sekarang ada satu masalah lagi.."
"apaan?"
"ingat? kita sama sekali belum menutup ke empat gerbang ini, kita gak tau berapa banyak zombie yang udah masuk ke area lantai 2.."
"iyaa bener, lantai 2 sekolah kita memang strategis, tapi teralu luas untuk dipertahankan.."
"kita mulai dari gerbang tengah kita tutup secara permanen, lalu ke selatan dekat dengan perpustakaan, kita tutup secara semi permanen, dan kita balik ke utara tutup pintu dekat lapangan basket secara permanen, nah pintu terakhir kita tutup sementara, pintu terakhir  ada dekat ruang 203 dekat dengan kantin kita bisa mendapat suplai makanan dengan mudah.."
"mantep bener startegi mu, gak heran kamu selalu dipanggail kapten dikelas.."
"hehe.. oke, kita laksanakan  rencana kita, tapi kita istirahat sementara disini, biar bener-bener siap, sambil kita mencari barang-barang lain yang bisa kita gunakan.."
"siap kapten!"

TO BE CONTINUED...
[Episode 3 "Insting Bertahan Hidup"]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar