Senin, 12 Mei 2014

Last Bullet: Z-Day (Episode 5)


CONTINUE
EPISODE 5 [Yang Tersisa]
Enjoy the Line Of Story ^^

Selasa 08.55
[Suara Tembakan Menggema diseluruh sekolah]

"Stop!! Stop!! saya manusia!! jangan tembak!!" aku berteriak pada 2 orang militer yang menodongkan senjatanya padaku.
"Diam!! angkat tanganmu dan balik badanmu!!" balas mereka denngan tegas. aku menuruti mereka dengan cepat namun...
"DUUARR!!!" suara tembakan menggema sangat keras, tentu membuatku kaget setengah mati. mati lahh aku sekarang. dengan reflek aku langsung merunduk ke lantai berharap tembakan itu tidak mengenai ku.
"suara tembakan siapa itu??" ke dua militer itu kebingungan dan saling bertanya satu sama lain. teman-teman lain yang sedang tertidur terbangun oleh suara tembakan tersebut.
"apa yang terjadi??" aku menoleh ke belakang. aku lega ternyata bukan aku yang ditembak oleh militer tersebut melainkan suara tembakan dari arah bawah.
"ada kontak senjata dari arah bawah! ayo cepat kita periksa! kamu tetap diam disini!" teriak salah seorang dari mereka sambil menunjuk ke arahku.

Selasa 08.59
[Kekacauan Mulai terjadi]

"oiii... siapa yang memberi ijin untuk menembak!?"
"t..tapi pak! dia bukan manusia!"
Setelah tertembak di bagian dada, polisi yang tergigit itu hanya sedikit terdorong kebelakang tanpa menunjukan sedikitpun tanda kesakitan.
"jangan bergerak!!" teriak salah seorang polisi. namun zombie itu memang tak mengerti apapun, ia hanya terus berjalan tertatih ingin menggigit siapapun yang ada disana.
"apa yang harus kita lakukan!?"
"tembak! tembak dia lagi!"
dengan gemetar salah seorang dari polisi itu mengarahkan sepucuk pistol ke arah teman mereka yg telah berubah menjadi zombie.
"maafkan aku kawan.." bisik nya dalam hati yg tak tega harus membunuh temannya.
Duuaarr!! suara tembakan lagi-lagi memecah kesunyian, peluru menembus otak si zombie, zombie polisi itu terkapar di tanah dengan darah yg keluar perlahan dari kepalanya.

"ada apa ini!? kenapa kalian menembak sembarangan!?" tanya Arsana, pimpinan dari regu polisi.
"maaf pak tapi..." jawab lirih salah seorang polisi sambil menunjuk ke arah mayat teman mereka yg telah menjadi zombie.
"kau tahu apa yang kalian lakukan!? kalian baru saja memanggil se-isi kota ini dengan suara tembakan kalian!"
"cepat ambil apa saja untuk menutup gerbang ini, kita akan berlindung disini!"
"Siap!!"

Selasa 09.20
[Kekacauan di kelas atas]

teriakan dari 2 orang tentara tersebut ditambah suara tembakan membuat semua teman-teman terbangun kaget. Yuwan dan Keramas dengan cepat keluar dari kelas.
"apa yg terjadi dibawah?"
"aku akan cek kebawah, kau awasi anak-anak ini!"
"oke!"
salah satu dari tentara itu segera turun ke lantai bawah untuk memastikan apa yg terjadi sementara satu nya diam bersama kami.
"apa kalian murid sekolah ini?"
"ya, kami terjebak disini dari kemarin..." jawabku singkat.
"kalian sungguh beruntung..."
"berapa total anggota bapak yang selamat sampai sekarang?" aku memberanikan diri untuk bertanya
"3 orang, dan kami juga bergabung dengan beberapa angota polisi..." ia memegang erat senjatanya sambil berlindung dibalik pilar, sementara kami berada di dekat pintu kelas..

Selasa 09.25
[Situasi yang makin memburuk]

Suara tembakan yang begitu memekakan telinga tadi membuatku gelisah, aku tak bisa hanya diam. Aku mencoba melihat ke jendela yang mengarah ke terminal."Wannjriitt!!" aku tergaket melihat segerombolan mayat hidup berjalan pelan di jalan raya menuju arah sekolah. Saat aku ingin memberitahu yang lain ternyata Yuwan juga sudah melihat gerombolan zombie dari arah lainnya. "Kita terkepung..." pikirku dalam hati.
Tiba-tiba 2 buah helikopter melintas melewati sekolah, mereka terbang rendah seolah sedang memastikan keberadaan kami.
"ini ambil radio ini! putar bagian atasnya untuk mencari channel! coba hubungi helikopter-helikopter itu, saya akan akan kebawah membantu team yang lain.." dia memberi radionya pada Aisyah yang bersembunyi di belakangnya lalu berlari ke menuju lantai bawah untuk membantu teman-temannya.
"waduhh.. gimana cara pake nya ini!?" Aisyah kebingungan dengan benda yang pertamakali ia pegang itu.
"kasih ke bayu! dia pasti tahu cara pakainya!" usul keramas. ia segera berlari kedalam kelas mencariku yang sedang mengawasi di jendela.
"Yu! tentara tadi kasi aku ini, dia bilang kita harus coba menghubungi helikopter-helikopter itu!"
"oke, sini radionya" aku punya sedikit pengetahuan tentang menggunakan radio komunikasi. kucoba untuk menghubungi helikopter tersebut lewat channel darurat. setelah mencoba berulang kali, tiba-tiba radio itu seperti merespon.
"unit 2... apa ada tanda-tanda orang selamat? ganti.."
"kami melihat beberapa orang di sekitar sekolah itu, ganti.."
"kami disni, saya ulangi kami disini!! kami terjebak di lantai 3 gedung sekolah ini.." aku menyela pembicaraan antar pilot di radio itu.
"tenang, identifikasi diri anda! berapa orang yang ada disana? ganti.." mereka merespon kontak radio ku.
"ada 6 orang sipil termasuk saya, 3 orang militer dan beberapa polisi, ganti.."
"ada cukup tempat untuk 10 orang, tolong atur siapa yang akan naik ke helikopter, sementara itu kami akan mencari tempat aman untuk menjemput kalian.. apa bisa dimengerti?"
"dimengerti, kami akan tunggu informasi selanjutnya, ganti.. keluar.." aku langsung memberitahu yang lain, tentang apa yang harus kita lakukan.

Selasa 09.29
[Suara tembakan mulai bersahut-sahutan]

"wahhh, sepertinya zombie-zombie itu mulai memasuki area sekolah..!"
"ayo kita turun dan beritahu para militer tentang helikopter tadi!" ajakku.
"baiklah!" Keramas menjawab cepat sementara yang lain menggangguk setuju.
Kami berlari ke lantai bawah untuk mencari para militer yang sedang menahan gerombolan zombie bersama para polisi.
"cepat yang lainnya tunggu dan bersembunyi dekat lobby, aku akan cari mereka!"
"baiklah.. kami akan menunggu!"
aku berlari ke arah gerbang sekolah dimana suara tembakan itu bersumber. aku melihat para militer sedang menembaki zombie-zombie yang memanjat gerbang. "hoiii!! pak tentara! paakk!!!" aku berusaha memanggil ditengah keributan, namun percuma.. mereka sangat konsentrasi dengan tembakan mereka."sial, aku harus mendekati mereka..". aku berlari ke arah tentara yang memberikan radio pada kami.
"Pak!! saya berhasil menghubungi pilot helikopter, mereka sedang mempersiapkan tempat yang aman untuk menjemput kita, sementara itu kita harus menunggu sampai ada informasi selanjutnya dari mereka!!"
"Baiklah!! cepat berlindung, kami akan menahan zombie ini, cepat beritahu kami jika ada info dari mereka!"
"baik!!" aku menjawab lalu berlari menuju tempat teman-teman menungggu. sementara para militer masih mempertahankan pintu gerbang.

Selasa 09.32
[Jawaban dari helikopter]

"ini unit satu pada survivor... apa kalian dengar? ganti.."
"ini kami, cepat beritahu kami tempat pendaratannya.. ganti"
"kami tidak menemukan tempat mendarat yang aman didekat kalian, namun masih ada temat lain yang aman.. ganti"
"apa?? kami tidak bisa menahan zombie-zombie ini lebih lama lagi!! cepat beritahu kami tempat yang aman itu! ganti.."
"apa kalian melihat gedung tinggi di arah selatan tempat kalian? konfirmasi bahwa kalian melihatnya.. ganti"
"jika maksud kalian, gedung RTC kami melihatnya.. ganti"
"kami, akan menjemput kalian di atap gedung itu.. waktu kalian 20 menit dari sekarang.. kami harus segera mengisi bahan bakar, ganti"
"bagaimana kami kesana!? apa kalian gila!? kami sudah terkepung!!"
"tenang kami akan bantu kalian membuka jalan aman dari udara, ingat waktu kalian 20 menit! ganti, keluar"
Sial!! 20 menit!? apa kita bisa ke atas gedung itu hidup-hidup!? aku berpikir dalam hati, sambil berlari ke arah para militer untuk memberi info sementara temen-teman juga mengikuti dibelakangku.
"pak! tempat amannya adalah di atap gedung itu pak! waktu kita 20 menit! mereka akan membantu kita melawan zombie dari udara!"
"dimengerti... Team!! kita akan menuju atap gedung itu untuk penjemputan helikopter!! waktu kita 20 menit..!! jika helikopter sudah membuka jalannya, kita akan berlari secepatnya ke arah gedung, jangan pernah berhenti,, jangan pernah terpisah dari grup jika kalian tak ingin mati!! isi ulang senjata kalian posisi stand by!!"
para militer bersiap kami juga sudah siap untuk berlari..

Selasa 09.35
[Run For Your Life]

2 helikopter terbang rendah dari utara dan memuntahkan peluru beruntun ke arah kerumunan zombie dijalan raya. jalan pun aman dan terbuka.
"LARI!!! SEKARANG!!!" teriak pimpinan militer.
kami langsung berlari sekuat tenaga menuju gedung yang jaraknya kurang lebih 150 meter dari sekolah. gedung itu tepat berada di pinggir perempatan jalan tersibuk di kota Denpasar, banyak mobil rusak menghalangi jalan membuat pelarian kami menuju gedung itu tak mudah ditambah zombie yang datang dari berbagai arah. helikopter terus berusaha melindungi kami dari udara. yang ada dalam pikiranku adalah "aku harus selamat".
kami berhasil mencapai gedung dengan selamat berkat perlindungan dari helikopter, dan sekarang tinggal naik ke atap, namun naik kesana tak semudah yang aku pikirkan. gedung itu gelap padahal ini masih pagi menjelang siang, suasana sangat mencekam dan mengerikan... mayat-mayat tergeletak di lantai, noda-noda darah yang mengering di tembok dan suara-suara aneh terdengar menggema dari dalam gedung. beberapa lampu hidup berkedip di beberapa sudut gedung, sungguh mengerikan.
militer membentuk formasi perlindungan dan berjalan agak cepat sambil mengecek setiap sudut dari ancaman, mereka siap menembak apapun yang mencurigakan, sementara kami mengikuti mereka sesuai perintah. aku menggandeng Harly yang sudah terlihat tak kuat untuk berlari, harly memang tak begitu kuat dalam aktifitas fisik, begitupun aku, tapi entah apa karena dimakan rasa takut dan khawatir, aku tak merasa begitu lelah.
gedung ini berlantai 3, lift nya mati sehingga kami harus naik tangga. gedung ini adalah pusat penjualan komputer dan pusat teknologi, setiap kali aku kesini aku selalu ingin membeli sesuatu, namun kali ini aku tak memperdulikannya, padahal kios-kios itu sudah tak berpenghuni lagi, tak sedikitpun ada niat untuk mengambil barang, "untuk apa aku mengambil barang itu? ini bukan dunia yang aku kenal lagi..."
ada sekitar 3 orang polisi yang berjalan dibelakang kami, hingga tiba-tiba sesuatu menarik kaki salah seorang polisi  dari balik kegelapan, semua tersentak kaget dan melihat ke balakang, teriakan polisi itu hilang dalam kegelapan.
"apa itu!?" ringis Aisyah yang memegang erat bajuku dari belakang..
"heeii, apapun yang terjadi sebaiknya jangan berteriak, kamu satu-satunya cewek disini.. kamu bakal dapet prioritas jadi tenang aja.." bisikku sambil berlari.
"ayo cepat waktu semakin sedikit!" kapten militer mempercepat gerakannya.
"arrghhhh!!" tiba-tiba zombie kerdil melompat ke arah polisi yg satu lagi tepat dibelakang kami, dia menerkam dan langsung mencabik-cabik leher polisi itu.. "Sial makan ini!!" sangkapten menembak zombie itu secara beruntun, namun zombie itu lincah sekali, ia melompat-lompat menghindari serangan. "Cepat lari, aku akan menahannya!!" teriak sang kapten.
"Tapi, pak!!"
"sudah jangan bnyak komentar!! cepat selamatkan anak-anak ini!!" perintahnya..
kami berlari tangga terakhir untuk ke atap. dengan cepat aku mengambil radio dikantongku untuk menghubungi pilot helikopter.
"ini survivor! kami sudah di atap, saya ulangi.. kami sudah di atap! cepat jemput kami.. ganti"
"diterima, kami segera mendarat!"
kami sampai di atap dan 2 helikopter telah menunggu kami.. aku, aisyah dan harly masuk ke helikopter 1 bersama kak Iwan dari militer, sementara Yuwan dan keramas masuk ke helikopter 2, bersama tantara yang satu lagi.
"tunggu, Kapten belum naik!" teriak kak Iwan kepada pilot helikopter.
"kita  kehabisan bahan bakar! kita harus segera berangkat!"
"tunggu itu dia!" kak Iwan menunjuk kearah tangga. tak disangka sang kapten berlari menuju ke helikopter sambil memberi isyarat untuk segera berangkat, sementara segerombolan zombie mengejarnya tepat dibelakang. helikopter langsung beranjak padahal kapten belum naik ke helikopter. dengan sigap, kapten melompat ke helikopter dan kak Iwan langsung meraih tangannya. tak diduga salah satu zombie melompat ke helikopter dan berhasil meraih kaki sang kapten. Kapten tak bisa melepaskan genggaman tangan zombie itu, sementara kak iwan tidak bisa melepaskan pegangannya pada kapten. entah apa yang membuatku bertindak, dengan reflek aku mengambil pistol yang disarungkan di pinggang kak Iwan dan mengarahkannya ke zombie itu. aku membidik dengan perlahan dan.. DUAARR!! tembakanku tepat mengenai zombie itu. zombie itupun terjatuh dari ketinggian dan kak Iwan berhasil menarik kapten ke helikopter.

TO BE CONTINUED...
[Episode 6 "Nobody Survive Forever"]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar