Jumat, 07 Februari 2014

Last Bullet: Z-Day (Episode 3)


CONTINUE
EPISODE 3 [Insting Bertahan Hidup]
By: Hutama Bayu
Enjoy the Line Of Story ^^
Senin 11.42 am
[Ruang Kelas dekat Gerbang tengah 'Team 2 (Bayu & Keramas)']

"lihat apa yang kutemukan setelah menggebur-gebur kelas lebih teliti.. hehe.." dengan riang aku membawa sesuatu 'tuk ku perlihatkan pada Keramas.
"apaan tuh??" tanya nya penasaran.
"zinggg... High Quality Kitchen Knife!"
"bihhh.. dapet pisau dapur aja bangga.."
"jihhhh... masih lebih baik dari pada cutter kan??"
"hmm.. iya juga... hehehe.."
"udah siap nih?? kita gak bisa berlama-lama disini.."
"aku siap kapan aja kapten..."
"oke! kita lakukan sekarang!"
"aku akan keluar melihat situasi.."
"roger that.."
Kami pun memulai operasi bak 2 orang prajurit elit. Aku siap dengan pisau dapur temuanku dan botol kaca sebagai pengecoh perhatian, sedangkan keramas siap dengan cutter walaupun dia tidak tahu apa yang dia bisa lakukan dengan cutter kecil itu. Dia juga sudah siap dengan kalenng minuman bekas sebagai pengecoh.
Perlahan kami bergerak merunduk di balik tembok balkon yang agak rendah, sesekali aku mengintip ke atas tembok rendah itu. Kami hanya bisa menggunakan sinyal tangan ala militer, mengawasi setiap  gerakan dan suara sekecil apapun disekitar kami. Kami berdua tahu kalau hidup mati kami ada pada tingkat ketelitian kami. 

Kurang Lebih, Inilah yang aku lakukan sebagai Kapten, hehehe..

Senin 11.42 am
[Sementara itu keadaan Team 1 (Harly & Yuwan)]

"mereka kemana sih? lama banget nutup pintu doang.." Keluh yuwan agak cemas.
"mereka pasti terjebak, apa kita harus bantu mereka?" usul Harly pada yuwan yang cemas.
"aku pingin keluar, tapi 2 mayat hidup itu terus berkeliaran di lorong dekat dengan kelas ini.."
"zombie sudah naik ke lantai 3, tapi belu ada tanda-tanda dari mereka.. apa yang bisa kiita lakukan?"
"ohh ya, apa aja yang kamu dapet setelah gebur-gebur kelas tadi?"
aku dapet linggis dekat kelas paling ujung, kayu patahan kursi, dan banyak minuman.."
"cuma 2, lu lagi greget gak nih?" tantang yuwan.
"kita lawan mereka satu-satu.."
"satu orang satu target!"
"oke, nihh ambil kayunya.. aku pakai linggis nya!"
"setelah bunuh mereka, perlahan kita telusuri lantai 2.."
"siiipp!!"
sambil  memegang gagang pintu mereka menghitung... "3...2...1..."
perlahan mereka buka pintu kelas dan dengan sigap mereka berlari ke target masing-masing.
Debugg.. jedagg..jdagg..jdagggg... mereka menendang 2 zombie itu sampai terjatuh, lalu memukuli kepalanya sampai hancur tak berbentuk.. darah yang kotor mengalir di lantai dan baju mereka kotor dengan muncratan darah merah.

"pertama kali bunuh orang brohh??" tanya yuwan pada harly dengan senyum licik.
"FIRST BLOOD!!" kata harly dengan semangat.
"ayo kita cari Bayu dan Keramas.."
"pelan-pelan, jangan sampai menarik perhatian zombie yang lain."

Senin 11.49 pm
[Team 2 (Bayu & Keramas)]

"Lempar kalengnya ke bawah.." bisikku pada keramas. Dengan yakin dia melempar kaleng kosongnya ke arah bawah tangga gerbang tengah. "Klontaang..klontang.." suara kaleng tersbut benar-benar memecah keheningan, mayat-mayat itu memalingkan perhatian mereka dan dengan sedikit menggeram mereka menuju ke arah luar gerbang menuju sumber suara. kami mengambil ancang-ancang bersiap untuk ke gerbang dan menutupnya. gembok selalu ditinggalkan di pintu gerbang, kami pasti dengan mudah menutup kedua pintu besi itu.
"Yes! berhasil!" gembiraku dalam hati.
"ayo kita tutup gerbangnya!" perintahku.
dengan cepat kami melesat ke arah pintu gerbang dan menutup gerbang dan menggemboknya. suara mendecit dari gerbang memancing salah satu zombie yang ada di luar gerbang, perlahan ia mendekat dan menjulurkan tagannya yang berlumuran darah seakan benar-benar ingin menangkap kami.
"tenang broo.. dia gak bakal bisa masuk.." kataku dengan santai...
"ya tuhan lihat mahkluk itu.. seorang perempuan seumuran kami dengan mata yang putih, dari mulutnya keluar darah segar dan menetes ke lantai,  seebagian dari bahunya telah robek bekas gigitan bisa kulihat juga daging yang sedikit keluar dari bahunya. aku benar-benar jijik melihat mahkluk itu, dengan seragam sekolah yang ia kenakan dia pasti salah satu murid disini. apa yang terjadi pada yang lain?" tanyaku dalam hati.

"ayo broo, masih ada pintu lain yang harus kita tutup.." ajak keramas dengan semangat.
"sipp.." baru saja aku menjawab dan membalikkan badanku ternyata salah satu dari mayat itu masih tertinggal didalam dan berada tepat di hadapanku, dengan cepat dia menerkamku dan membuatku terjatuh ke lantai. dan tanpa kusadari pisau yang aku bawa terlepas.
"anjritt!!" teriakku dengan panik, aku berusaha menjauhkan mulutnya dari  ku, namun makhluk ini sangat kuat, ku pegang jidatnya yang berdarah dengan tangan kananku sedangkan tangan kiriku menahan bahunya agar tak mendekat. aku tak kuat lagi, ia terlalu kuat mulutnya terus mencoba menggigitku dengan darah yang menetes dari mulutnya. "mati lahh aku sekarang..." pasarahku dalam hati. saat mulutnya benar-benar dekat dengan wajahku tiba-tiba zombie itu terdiam. Darah menetes di baju seragam putihku, dan kusadari keramas berdiri di  belakang zombie itu. dengan ekpresi yang masih shock, ku membuang mayat itu kesamping lalu aku segera berdiri dan memeriksa seluruh tubuhku, apakah ku tergigit dan akan berubah menjadi salah satu dari mereka atau tidak. aku lega bahwa aku sama sekali tak tergigit, "terima kasih tuhan..." ku bersyukur dalam hati.
"kamu gak apa-apa kan bro?"
"aku gak apa-apa.. makasi banyak broo.."
"sipp.." jawabnya singkat.
aku masih terdiam melihat mayat yang menyerangku, pisau dapurku menancap di belakang kepalanya dan kuyakin keramas telah membunuhnya, seragam putihku penuh dengan darah, aku merasa jijik tapi aku tak bisa melakukan apapun untuk membersihkannya. tanganku juga berlumuran darah.. "menjijikkan!" teriak ku penuh amarah.
"ayo kita tutup pintu yang ada di selatan.." ajak keramas.
"oke.." jawabku singkat.
ku cabut pisau dapurku yang masih menancap di zombie yang menyerangku tadi dengan pennuh rasa jijik.
sesaat seblum aku melanjutkan operasi, tiba-tiba ada yang memanggilku dari lorong kelas bagian utara "Bayu! Keramas!".
ternyata mereka adalah team 1, Yuwan dan Harly.
"kayaknya kalian habis bersenang-senang yah?" tanya ku dengan sedikit candaan.
"hehehe... kita udah nge-kill 2 brohh!" jawab Yuwan dengan semangat.
"kamu juga kayaknya habis nge-kill 1 disini? hehe.." tambah Harly.
"bukan itu keramas yanng bunuh, aku tadi hampir aja mati dimakan ni zombie.."
"keramas SUGHOI!!" Yuwan dan Harly mengacungkan jempol ke Ke keramas dengan wajah yang penuh candaan.
"hahahaha..." kami semua tertawa riang.
"sssstttt!!" jangan keras-keras, nanti zombie yang lain datang!" aku memotong pembicaraan..
"kalian mau kemana?" tanya harly.
"kita mau menutup pintu yang ada di dekat ruang perpustakaan sambil mencari benda-benda yang berguna" jawabku
"bagaimana kalau kalian berdua menutup gerbang di sebelah utara dekat lapangan basket dan di dekat ruang 203?" tambahku sebelum meninggalkan mereka.
"kami sudah menutup pintu yang dekat lapangan basket kok"
"wah bagus itu! kalau begitu yang di ruang 203 sudah jadi perkara mudah, ayo kita tutup yang dekat perpustakaan bersama!"
"yosshh! let''s go!" pekik kami dengan semangat. entah kenapa, kami malah menikmati kejadian ini, entah apakah ini baru permulaan sehingga kami belum menemukan kesulitan yang berarti, atau karena efek game-game yang kami mainkan sepanjang waktu? entah lah.. yang ada di pikiran kami sekarang adalah "bagaimanapun caranya, kami harus BERTAHAN HIDUP!"

Senin 04.30 pm
[Salah Satu Ruang Kelas di Lantai 3]

Kami sedang beristirahat makan roti dan snack yang kami dapatkan dari bangku dan tas-tas yang tertinggal, semua pintu sudah tertutup rapat, ternyata tak banyak zombie yang berkeliaran di area lantai 2, kami juga memperkuat gerbang dengan menumpuk bangku dan benda-benda berat di gerbang, kami merakit senjata dari benda-benda yang kami temukan di sekitar kita... kami mengganti baju kami yang berlumuran darah dengan baju olahraga yang kami kenakan tadi pagi.. kami bercanda dalam keheningan dan suasana mencekam, kami semua takut dan waswas walaupun area ini cukup aman buat kami... "Untuk Saat Ini..."
oh yaa.. lupa samapai terlewat beberapa episode perkenalkan member dari Team Divisi 1 ANTI ZOMBIE!

Nama: Redy Yuwan Rizaldi
Hobby: Game, Nonton Anime, Baca Manga
Pekerjaan: Pelajar SMK
Dan juga ada si....

Nama: I Putu Harly Arta Mulia Putra
Hobby: Main Game, Join To The Dark Side (entah apa maksudnya)
Pekerjaan: Pelajar SMK
Hanya Foto ini yang bisa aku temukan.. hahahha.. dia adalah orang yang misterius, sangat sulit mendapatkan fotonya, bahkan yang saya pajang di sini adalah foto kamen rider, dia adalah kamen rider addict.

Senin 06.22 pm
[Suasana Malam Yang Makin Mencekam]

Matahari mulai turun di ufuk barat bumi pun mulai gelap, suasana sepi nan mecekam mulai terasa. Kami mulai takut dan was-was, entah bagaimana kami akan melewati malam pertama di saat-saat seperti ini. Aku menyarankan agar mencari alat penerangan karena listrik telah padam jalanan yang sepi diluar sekolah terlihat sangat menakutkan. Kami hanya bisa menemukan 2 senter dan sekotak lilin plus korek api, kami pun sedikit lebih tenang... sedikit...

"kemana perginya mereka semua yah?" ku memulai percakapan setelah beberapa saat kami hanya terdiam.
"hah? siapa?" tanya keramas
"mereka semua... masyarakat sekitar, murid-murid dan guru sekolah ini, polisi, militer, keluargaku.."
"entah.. aku juga sedang khawatir dengan keluargaku.."
"apa mereka juga selamat seperti kita? atau sedang berada ditempat aman seperti di markas militer?"
"semoga saja mereka selamat.."
"aku sama sekali tak mendapat sinyal handphone sejak tadi pagi, aku jadi bingung untuk apa aku bawa HP.."
"hemat bateraimu, kita mungkin gak bakal dapet suplai listrik untuk waktu yang lama.." saran Keramas padaku.
"jadi bagaimana kita akan melewati malam?" tanya Yuwan padaku.
"hmm.. apa kita harus membentuk team jaga?"
"ya, itu sangat perlu! aku yakin tidak akan ada yang bisa tidur dengan nyenyak dengan situasi seperti ini.."
"yahh, aku juga was-was.. walaupun kita aman digedung ini.."
"sungguh menakutkan diluar sana.." tambah Harly.
"apa ada rencana buat besok?" tanyaku pada mereka bertiga.
"hmm.. sebaiknya kita pikirkan itu besok.." jawab yuwan dengan lesu.
"baiklah kalau begitu... nahh untuk team jaga kita akan bentuk 2 orang, jangan pernah bertindak sendiri.. Yuwan & Aku team A, Keramas & Harly team B.."
"okee.. siipp.." jawab mereka bergantian.
"siapa yag akan berjaga pertama.."
"tentukan dengan suit! hehehe.." usul yuwan.
"okehhh.." jawab mereka singkat.
Dan diputuskan bahwa Team A yaitu aku sendiri dan yuwan untuk berjaga pertama sampai jam 2 pagi, lalu bergantian dengan team B.

Senin 10.39 pm
[Malam yang Mencekam]

Hanya sebatang lilin kecil  yang menerangi ruangan ini. deru angin yang dingin menusuk tulang berhembus melalui celah-celah jendela dan ventelasi. aku bersiap dengan tongkat yang ujungnya telah aku lekatkan pisau dapur, sementara yuwan bersiap dengan kayu penuh dengan paku. masing-masing dari kami memegang senter sambil bersandar di pintu kelas. kami siap kapan saja jika ada sesuatu yang aneh terjadi diluar ruangan. sesekali aku mengintip melalui jendela. mengintip betapa kosongnya dunia ini hari ini. ku berpindah melihat terminal bus dekat sekolahku dari jendela. api masih berkobar dengan asap yang membumbung tinggi. entah disana masih ada orang yang hidup atau tidak. kami semua masih belum menerima dunia ini sama sekali, kami hanya bisa terdiam.. entah ini akan berakhir atau tidak. sunyi dan mencekam benar-benar mengerikan.

TO BE CONTINUED...
[Episode 4 "Dunia Tak Dikenal"]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar